Headlines News :

Sponsor by

Headline news

Kunjungi kami

Test Footer 2

Template Information

About

Teknik membuat orgasme wanita di payudara


payudara merupakan bagian paling sensitif yang dimiliki wanita. Apalagi saat pria menyentuh bagian ini, rasanya bak orgasme di tengah ronde bercinta. Uniknya, wanita juga bisa merasakan orgasme payudara.
Ada beberapa teknik yang harus dilakukan pasangan pria untuk membantu pasangannya merasakan orgasme payudara. Bukan hanya asal sentuh, tapi waktu atau lamanya pria memberi sentuhan juga mendukung kesuksesan orgasme payudara.

Debby Herbenick, Ph.D., dari Men's Health Sex, memberikan beberapa teknik kepada pria agar sukses memberi orgasme payudara pada pasangannya, yang disesuaikan dengan tipe payudara seperti dilansir dari Men's Health, Jumat (28/4/2017).
1. Payudara kecil
Tipe payudara ini lebih sensitif dibandingkan mereka yang memiliki payudara besar. Menurut Herbenick, untuk mendapatkan orgasme payudara yang bombastis bisa dicapai dengan teknik telapak tangan.
"Memberikan sentuhan atau rangsangan dengan menggunakan telapak tangan secara lembut akan membangkitkan gairah dan wanita berhasil merasakan orgasme payudaranya," kata Herbenick.
2. Payudara besar
Studi oleh University of Vienna menemukan bahwa payudara besar memiliki tingkat sensitif yang kurang hingga 24 persen.
"Ini mungkin karena saraf harus mendapatkan sensasi yang lebih dengan menarik puting misalnya," kata Alan Matarasso, MD, seorang ahli bedah plastik di New York City.
3. Payudara ibu menyusui
Herbenick menyarankan untuk memberikan sentuhan lembut dan perlahan agar wanita mampu merasakan orgasme payudaranya. Teknik ini juga untuk mencegah ketidaknyamanan karena payudara wanita yang sedang menyusui akan lebih sensitif dari biasanya.

Pendapatan produsen Rose brand


JAKARTA- PT Budi Starch & Sweetener Tbk. yang merupakan produsen tepung tapioka merek Rose Brand, mencatatkan kinerja positif selama kuartal pertama tahun ini.Berdasarkan laporan keuangan interim yang dirilis pada Jumat (28/4/2017), kinerja pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp642,93 miliar. Catatan itu tumbuh 2,66% dibandingkan Rp626,23 miliar pada periode sama tahun lalu.Di sisi lain, seiring keberhasilan memangkas ongkos produksi, perusahaan memperoleh pertumbuhan laba kotor yang melonjak. Laba bruto perusahaan mencapai Rp83,64 miliar, meningkat 28,12% dibandingkan Rp65,28 miliar pada periode sama tahun lalu.Namun demikian, torehan yang signifikan dari sisi laba bruto tak mampu melesatkan laba bersih. Pertumbuhan laba hanya 7,46%, dari sebesar Rp14,6 miliar pada kuartal pertama 2015, menjadi Rp15,69 miliar.

My Best Friend’s Eye

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 28 April 2017
“Hati-hati, Non…”
Mbak Irma berteriak melihatku menuruni tangga menuju lantai pertama sendirian. Mungkin saat ini ia sedang berlari menghampiriku. Dan benar saja, tak ada satu menit tangannya sudah menggenggamku erat.
“Aduuh… Non Tasya kenapa nekat turun sendiri, sih? Kenapa gak panggil mbak Irma saja sih, Non? Kan mbak Irma bisa bantu…”
“Gak pa-pa, mbak. Emang Tasya anak kecil? Lagipula mbak Irma kan pasti lagi sibuk…”
“Tapi kan mbak Irma bisa berhenti sebentar…”
“Udah, lah mbak. Lagian Tasya kan juga udah sampai bawah…”
“Iya… iya, nona cantik. Trus sekarang non Tasya mau ke mana?”
“Emm… Tasya mau ke taman belakang aja, mbak.”
“Ya udah. Ayo mbak Irma antar.”
Aku duduk di sebuah batu besar di tepi kolam taman belakang. Mbak Irma sudah kembali ke pekerjaannya. Aku sedang menciptakan bentuk taman ini dalam imajinasiku. Kata mbak Irma, taman belakang rumah ini luas. Tanahnya tertutupi dengan rumput jepang nan hijau. Di sisi kanan, kiri dan belakangnya dibatasi dengan dinding batu yang ditumbuhi lumut hias yang indah. Sementara di depannya, adalah sebuah tangga kecil penghubung taman ini dengan ruang dalam. Di dalam taman ini ada sebuah kolam kecil dengan banyak ikan hias kecil di dalamnya. Di tepi kolam ini ada sebuah batu besar tempatku duduk. Aku meraba-raba tanah, ada sebuah kerikil kecil. Aku melemparnya ke depanku. Air kolam berkeciplak pelan. Aku tersenyum kecil.
Meng-imajinasi-kan taman ini membuatku jadi mengimajinasikan seluruh rumah ini. Lagi-lagi hasil imajinasi ini sangat tergantung dengan cerita-cerita mbak Irma yang menggambarkannya dengan sangat jelas. Lagi-lagi kata mbak Irma, rumah ini sangat megah, bahkan mbak Irma sering menyebutnya istana. Rumah berlantai dua ini dihias dengan lantai pualam yang indah, juga dengan tiang-tiang besar sebagai penyangganya. Halaman depan sangat luas dengan berbagai jenis bunga menghiasinya. Diujung halaman dipasangi gerbang masuk berukir yang tinggi sehingga tidak memungkinkan pencuri masuk. Ada sebuah garasi di samping rumah tempat beberapa mobil disimpan.

 
Masuk ke dalam rumah, di ruang tamu, ada sebuah sofa yang khusus didatangkan dari luar negeri. Setiap sisi ruang dihias dengan sebuah guci berukir yang tinggi. Lantai bawah terdiri dari ruang tamu, ruang makan, dapur, beberapa kamar pembantu, kamar mandi pembantu, dan juga ruang berkumpul dan bersantai para pembantu. Sementara lantai dua, terdiri dari kamar ayah dan bunda, kamar kak Adit, kamar kak Nindya, kamarku dan ruang keluarga. Semua ruang diberi fasilitas yang cukup.
Aku telah berhasil mendapatkan –di dalam imajinasiku- bentuk rumah ini dengan seluruh isinya. Ah, bukankah itu sebuah hidup yang sempurna? Sebuah “istana” megah dengan Raja dan Ratu yang sangat baik hati dan menghormati seluruh pelayan, dilengkapi pula dengan seorang “pangeran” dan dua orang “putri”, benar-benar bahagia, kan? Sayangnya, aku adalah “putri” bungsu di “istana” ini. Dan sayangnya lagi, aku tak bisa melihat seluruh kebahagiaan ini. Yang ada di depan mataku ini hanyalah hitam, hitam dan hitam. Gelap dan tak ada cahaya sedikitpun. Sebuah kesialan yang membuat “istana” ini tak jadi sempurna. Memikirkan ini membuatku sakit… sakit yang amat sangat di ulu hatiku. Bagaimana mungkin bunda tega melahirkanku dengan kondisi yang menyedihkan seperti ini? Bagaimana mungkin bunda bisa-bisanya melahirkan seorang anak yang bahkan setelah lahir hanya membuat air mata bunda terus menangis sejak dokter menvonis anak itu tidak akan bisa melihat selamanya karena kornea matanya telah rusak? Dan kenapa anak “pembawa sial” itu adalah aku? Sungguh hidup yang benar-benar menyedihkan!!!
“Non Tasya mau ke mana?” suara mang Joko, satpam rumah menghentikan langkahku.
“Tasya mau jalan-jalan keluar, mang.”
“Sama siapa, non?”
“Sendiri, mang. Tasya udah ingat jalannya kok, mang. Mang Joko tenang aja, Tasya gak bakalan kesasar, kok. Tasya udah sering keluar sama mbak Irma.”
“Tapi, non… lebih baik sama mang Joko aja, ya? Mamang takut ada apa-apa.”
Aku berpikir sebentar.
“Ya udah, deh.”
Aku duduk di sebuah bangku di taman ini. Mang Joko sedang membeli minuman. Aku berusaha mengusik kebosanan dengan datang ke sini. Setidaknya suasana disini cukup berbeda dengan suasana rumah. Ada banyak suara orang yang belum pernah kukenal dan itu jadi hiburan tersendiri bagiku. Sebenarnya, aku berniat datang sendirian ke sini karena memang setiap ke sini aku selalu ditemani mbak Irma. Tapi berhubung mang Joko memaksa menemaniku, aku menurut saja. Akhir-akhir ini aku memang sangat bosan di rumah sendirian. Ayah dan bunda sibuk dengan pekerjaan kantornya, kak Adit juga sedang di luar kota, kak Nindya pun sibuk kuliah. Mana mungkin aku minta mbak Irma untuk menemaniku seharian? Ah, seandainya bu Ajeng dan bu Rini tak cuti untuk seminggu ini, pasti aku sedang sibuk belajar dengan bacaan braile yang diajarkan mereka.
Tak terasa sudah cukup lama aku duduk di sini, tapi mang Joko belum juga kembali. Padahal aku sudah berniat untuk pulang. Akhirnya aku putuskan untuk pulang sendiri dan sesampainya di rumah, aku akan minta mang Didin untuk menghubungi mang Joko bahwa aku sudah sampai rumah. Aku beranjak sambil meraba-raba jalan dengan tongkatku. Aku cukup hafal jalan untuk bisa sampai rumah. Beberapa langkah berjalan, tiba-tiba ada seorang anak kecil berteriak,
“Teman-teman, lihat! Ada orang buta, kita gangguin, yuk…”
Aku baru sadar bahwa anak itu membicarakanku. Tak butuh waktu satu menit, di depanku sudah banyak suara berteriak-teriak. Aku perkirakan ada lebih dari lima anak di depanku sedang mengejekku. Ah, biarlah. Lagipula itu hanya anak kecil. Aku hendak melanjutkan langkahku ketika tiba-tiba sebuah kerikil mendarat di jidatku. Aku meraba keningku, perih, ada sedikit air dari bekas lemparan kerikil itu.
“Ayo kita lempari lagi…”
“Jangan… nanti kakak itu tahu dan ngejar kita…”
“Gak mungkin. Dia kan buta, gimana mau ngejar?”
Mereka tertawa sambil melempariku lagi. Ingin rasanya aku menangis. Aku tahu mereka hanya anak kecil, tapi tidakkah mereka punya sdikit rasa kasihan? Mereka kira mudah hidup buta seperti ini?
Aku hendak menghindar namun seseorang tiba-tiba merampas tongkatku. Dan sedetik kemudian aku terjatuh dan lututku sudah mencium jalan berkerikil itu. aku merintih pelan.
“Hei! Anak-anak nakal! Pergi kalian!” sebuah suara berhasil mengusir anak-anak itu. aku pastikan suara itu bukan mang Joko karena aku belum pernah sekalipun mendengarnya. Dan aku kira dia belum tua.
“Kamu baik-baik aja?” tanyanya.
“Iya, makasih.” Jawabku sambil bangkit.
“Ini tongkat kamu.”
Aku menerimanya.
“Kamu mau pulang? Gimana kalau aku antar?”
Aku terdiam. Jangan-jangan dia mau macam-macam, pikirku.
“Kamu gak usah khawatir. Aku bukan orang jahat, kok. Oh, ya… aku Rio. Kamu Anastasya, kan?”
“Ka… kamu kok tahu namaku?”
Rio tertawa.
“Mana mungkin aku gak tahu namamu? Semua orang di kota ini juga tahu siapa kamu.”
Akhirnya aku putuskan untuk menerima tawaran Rio, meskipun dengan perasaan gelisah. Namun rasa gelisahku lenyap saat aku benar-benar sampai rumah. Seisi rumah sedang ramai menungguku saat aku dan Rio sampai di depan rumah.
“Aduuh, non Tasya kemana aja? Semua panik nyariin non…” ujar mbak Irma sambil memelukku.
“Tasya, kamu kemana aja, sih? Kakak khawatir tahu…” ujar kak Nindya yang langsung menuntunku masuk ke dalam.
“Iya… iya. Maafin Tasya, ya. Tasya tadi cuma jalan-jalan keluar bentar sama mang Joko, tapi karena mang Joko gak balik jadi Tasya pulang aja sendirian…”
“Iya…maafin mang Joko ya, non. Mang Joko tadi lagi beli minum trus tadi ada orang kecelakaan jadi mang Joko bantuin bentar trus waktu mang Joko balik ke tempat non Tasya, eh non Tasya udah gak ada. Ya udah mang Joko cepet-cepet pulang, tapi ternyata non belum sampai rumah.” Ujar mang Joko.
“Iya, mang. Tasya maafin mang Joko, kok.”

 
Aku duduk di sofa sambil mengelus-elus lututku yang tadi sempat terjatuh.
“Tasya lutut kamu kenapa?” tanya kak Nindya.
Aku langsung menutupi lututku dengan rok panjangku.
“Emm… gak pa-pa, kok.”
“Kamu bohong. Coba kakak lihat.” Kak Nindya memeriksa lututku.
“Tasya, kenapa lutut kamu bisa berdarah gini, sih? Bentar kakak ambit obat merah dulu.”
Kudengar langkah kak Nindya masuk dan beberapa menit kemudian kembali.
“Kenapa bisa berdarah?” tanya kak Nindya sambil mencuci lututku dengan air hangat.
“Tadi… tadi aku jatuh di jalan.”
“Jatuh? Kenapa bisa jatuh?”
“Kayaknya tadi kesandung, deh.” Ujarku berbohong.
“Maafin kakak, ya. Kakak sibuk kuliah jadi gak bisa nemenin adik kakak yang cantik ini.” Kak Nindya memelukku.
“Iya, kak. Gak pa-pa. Aku gak pa-pa, kok. Lagipula sekarang Tasya punya teman baru, kak.”
“Teman baru? Siapa?”
“Rio… dia yang nolongin Tasya waktu aku jatuh tadi…”
“Kenapa kamu bisa nerima sembarang orang jadi temen kamu?”
“Emangnya kenapa, kak?”
“Kakak takut kamu dimanfaatin orang jahat…”
“Kayaknya Rio gak jahat, deh. Lagian tadi yang antar Tasya pulang juga Rio.”
“Hhh… ya udah. Tapi kamu harus tetep hati-hati, ya?”
Aku memeluk erat kak Nindya. Aku senang punya kakak penyayang sepertinya. Tangan lembutnya seperti tangan lembut bunda yang mampu mengobati sakitku.
Sejak saat itu aku jadi berteman baik dengan Rio. Rio bersedia berteman denganku apa adanya. Rio banyak mengajariku tentang kehidupan. Tentang kesabaran dan ketabahan. Dan tentang rasa bersyukur. Rio juga selalu menceritakan hal-hal apapun yang ia temui. Ia selalu bercerita tentang pemandangan indah di sekitar daerah tempat tinggalku. Pokoknya saat bersama Rio, aku jadi tidak merasa kesepian. Baru kuketahui ternyata Rio seumuran denganku saat ia selalu datang ke rumahku saat sudah hampir sore. Ternyata ia mengikuti pelajaran tambahan di sekolahnya karena ia harus mengikuti ujian nasional beberapa bulan lagi. Ternyata Rio sudah kelas tiga SMA. Seharusnya sama denganku kakau saja proses belajarku tidak diperlambat dengan keadaan mataku ini.
Keluargaku sangat menerima kehadiran Rio di rumah ini. Kata ayah, asal aku senang, maka ayah juga senang.
“Tasya, kamu kenapa sih? Dari tadi diam aja…” tanya Rio yang baru datang.
Aku meraba-raba tanah di pinggir batu besar dan mendapatkan sebuah kerikil yang langsung kulempar ke kolam ikan.
“Tasya…”
Aku hanya diam. Saat ini aku hanya sedang malas untuk bicara.
“Ya udah kalau kamu gak mau bicara, aku pulang aja, deh.”
“Iya… aku cerita…”
“Gitu, dong.”
“Seminggu yang lalu ada sebuah keajaiban datang ke rumahku.”
“Keajaiban?”
Aku mengangguk.
“Seorang dokter perempuan memeriksa mataku dan di bilang mataku bisa dioperasi.”
“Bagus, dong. Trus kenapa sekarang kamu malah murung?”
Aku menghela napas panjang.
“Aku senang ada kemungkinan aku bisa melihat. Tapi masalahnya mataku harus diganti dengan kornea mata orang lain dan mana ada orang yang mau donorin matanya untukku? Aku tahu ayahku bisa aja bayar orang berapapun asal orang itu mau memberikan matanya kepadaku. Tapi mana ada orang seperti itu? mana ada orang yang rela gak bisa melihat selamanya dan diganti dengan uang?”
“Tasya… tasya. Kamu gak berubah, ya dari dulu. Kamu selalu pesimis, tahu…”
Aku hanya diam. Perasaanku sedang tidak enak dan bercampur aduk.
“Tasya… kamu harus semangat. Aku yakin pasti gak lama lagi kamu bisa jalani operasi itu. kamu harus selalu berdoa sama Alloh.”
Aku tersenyum.
Aku berbaring di ranjang. Suara gunting dan peralatan-peralatan operasi membuat detak jantungku terdengar lebih kencang. Tanganku disuntik dan beberapa menit kemudian aku sudah terlelap.
“Tasya…”
Seseorang memanggilku.
Aku menoleh mencari sumber suara itu. mataku masih terpejam.
“Buka matamu, Tasya.”
Aku membuka mataku. Sebuah cahaya memasuki mataku dan seseorang sudah berdiri di depanku. Aku bisa melihat!!!
“Ka… kamu siapa?” tanyaku menatapnya. Wajah dan suaranya tak asing meski aku yakin belum pernah melihatnya.
“Tasya, jangan lupain aku, ya. Jangan pernah. Selamat tinggal… aku merindukanmu.” Ujarnya lagi sambil berjalan lurus ke depan tanpa menoleh kepadaku sedikitpun.
Aku mencoba untuk mengejarnya namun mataku terasa berat dan berat. Dan semuanya kembali gelap.
“Tasya, kamu udah bangun, sayang?” suara lembut bunda menyadarkanku.
Aku meraba mataku yang ternyata sudah tertutup perban.
“Mata kamu udah berhasil dioperasi, sayang. Kamu harus bersyukur sama Alloh.”
Aku tersenyum.
“Tapi jangan buka perbannya sekarang, ya. Seminggu lagi kamu baru bisa membukanya.” Ujar kak Adit.
Aku sangat bersyukur akhirnya Alloh memberiku kesempatan untuk bisa melihat dunia. Benar kata Rio bahwa sebentar lagi aku bisa melihat. Tapi ada sesuatu yang kurang. Sudah sejak sebulan yang lalu aku sudah tidak pernah bertemu Rio lagi. Rio tak pernah lagi datang ke rumahku padahal aku sangat ingin menceritakan kabar gembira ini padanya.
Enam bulan setelah operasi
Aku sangat bersyukur bisa melihat semua yang ada di sekitarku. Aku bisa melihat wajah orang-orang yang kusayangi. Aku juga bisa melihat semua yang diceritakan Rio tentang semua peandangan indah di sekitar rumahku. Dan aku bisa membaca dan menulis layaknya orang normal. Sayang sampai saat ini aku belum bisa melihat wajah Rio. Rio, ke mana kamu?
“Tasya, kamu di dalam?” tanya Bunda sambil mengetuk pintu kamarku.
“Iya, Bunda. Masuk aja.”
Bunda mendekatiku dan memelukku.
“Ada apa, Bun?”
Bunda malah menangis. Aku mengusap pipi lembutnya seraya berkata,
“Kenapa Bunda menangis?”
“Tasya, kamu pasti kangen sama Rio, ya?”
Aku tersenyum.
“Mungkin Bunda harus menceritakan semuanya sama kamu.”
“Menceritakan apa, Bun? Ada yang Tasya gak tahu?”
“Tasya, sebenarnya…” bunda tampak ragu-ragu melanjutkan kata-katanya.
“Tasya janji gak kecewa kalau Bunda ceritakan semuanya?”
Aku mengangguk. Ada apa ini?
“Tasya, mata kamu… mata baru kamu adalah mata Rio.”
Aku tertegun. Aku masih tak tahu maksud perkataan bunda. Melihat keningku berkerut, bunda melanjutkan kata-katanya.
“Rio mendonorkan matanya buat kamu.”
“A… apa? Ma… maksud bunda?” aku tak percaya dengan apa yang kudengar barusan.
Bunda hanya mengangguk pelan.
“Ja… jadi… malaikat yang bersedia memberi kesempatan buat Tasya untuk melihat adalah Rio? Jadi sekarang Rio gak bisa melihat lagi?”
“Maafkan bunda, sayang. Seharusnya sejak awal bunda bilang sama Tasya. Tapi Rio mencegah bunda buat cerita sama kamu sebelum operasi itu karena dia tahu…”
“Sekarang di mana Rio, bunda?”
Bunda menggeleng pelan.
“Bunda gak tahu? Gak mungkin! Bunda pasti tahu di mana Rio… ayo bunda kita temui Rio…” aku menarik tangan bunda namun bunda tetap tak bergeming.
“Kenapa bunda gak mau? Ya udah kalau bunda gak mau, biar Tasya minta antar kak Adit aja…” ujarku hendak keluar dari kamar.
“Tasya, Rio udah gak ada. Rio… udah dipanggil sama Alloh.”
Ucapan bunda membuatku mengurungkan niatku membuka pintu. Aku hanya bisa berdiri mematung. Dunia serasa berhenti berputar. Bunda mendekatiku. Tubuh hangatnya kini telah memeluk tubuhku yang sudah lemas. Yang kini bisa aku lakukan adalah menangis. Membiarkan mata ini mengeluarkan air yang bahkan sebelumnya aku tak pernah merasakannya. Rio… secepat inikah? Bagaimana mungkin ini nyata? Aku bahkan belum sempat melihat wajahmu… kenapa kamu ingkari janji kamu untuk terus menemaniku…
Aku masih menatap sebuah amplop surat besar berwarna biru di atas meja. Bunda memberikannya setelah tangisku reda. Perlahan kuambil dan kubuka amplop itu. Kuambil isi amplop itu. sebuah surat dan selembar foto ukuran postcard. Kuamati foto itu, ada setitik air membasahi foto itu. perlahan kubuka lipatan surat itu.
Assalamu’alaikum Tasya…
Pertama-tama kuucapkan selamat karena kamu udah bisa lihat dunia seperti yang selalu kamu keluhkan kepadaku…
Gimana rasanya melihat dunia, Sya?
Indah bukan?
Pasti sekarang ini kamu udah bisa lihat seluruh penghuni “istana” kamu, kan? Kamu juga bisa membaca huruf abjad di kertas, bukan huruf braille… kamu juga pasti udah bisa lihat beragam warna indah di dunia ini…
Dan kamu juga bisa memandangi danau tempat kita ngobrol bersama tanpa harus ada yang ceritain sama kamu, kan?
Dan yang lebih penting, kamu udah bisa baca Al-Qur’an… itu yang sangat aku harapkan…
Sya, setelah kamu bisa melihat, jangan kamu gunakan buat nangis, ya? Kamu harus selalu ceria… ok?
Sya, kamu tahu gak? Di dunia ini beratus-ratus bahkan berjuta orang yang gak bisa lihat, bahkan ada juga yang gak bisa lihat dan dengar…
Kamu bayangkan, gimana kalau gak bisa lihat tapi juga gak bisa dengar? Rasanya dunia seperti tertutup untuknya.
Dan kamu tahu, beratus orang itu bahkan gak bisa dapat kesempatan melihat seumur hidupnya, jangankan buat memenuhi keinginan untuk melihat, buat makan aja susah…
Sya, kamu tahu kenapa aku ceritakan semua ini sama kamu? Karena aku gak ingin kamu mengeluh lagi. Cukup aku aja yang selalu dengar keluh kesah kamu. Dan mulai sekarang sampai seterusnya kamu harus selalu bersyukur atas apa yang kamu punya.
Sya, maaf ya aku gak bisa menemani kamu lagi seperti janjiku sebelumnya.
Aku jahat, ya?
Aku bahkan belum kasih kesempatan buat kamu melihat wajahku…
Maafin aku, ya?
Sya, aku pikir aku harus katakan ini sama kamu…
Bahwa aku sangat menyayangi kamu sebagai sahabat atau bahkan mungkin “lebih” dari itu. sejak aku mengenalmu, aku tak pernah menganggapmu lain dari yang lain. Bahkan kamu “istimewa” bagiku. Aku bahkan mendapat kehangatan sahabat yang jujur tak pernah kudapatkan oleh teman-teman sekolahku.
Aku senang bisa bersahabat denganmu.
Kamu sangat berarti untukku
Sya, kamu jangan sedih ya? aku gak pernah pergi, kok. Aku akan selalu temani kamu di setiap hari kamu meski kamu gak bisa lihat aku.
Aku akan selalu nungguin kamu sampai Alloh kasih kesempatan kita buat ketemu.
Wassalamu’alaikum
Salam sayang dari sahabatmu,
Rio…
Lima tahun kemudian
Aku menatap anak-anak tuna netra di depanku. Dari wajah mereka aku melihat harapan besar terpancar, harapan yang bahkan lebih besar dari anak-anak normal lain.
Aku tersenyum memandang papan bertuliskan “Yayasan Tuna Netra Dimas Aryo” yang terpampang di gedung yayasan yang baru saja kudirikan ini. Kuambil selembar foto berukuran postcard di saku bajuku. Rio, aku janji akan kugunakan mata kamu untuk melihat harapan-harapan besar tetap terkembang pada wajah anak-anak ini. Dengan rangkaian huruf di papan itu, aku akan tetap mengenang namamu.
TAMAT
Cerpen Karangan: Septi Nofia Sari
Cerpen My Best Friend’s Eye merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.
"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"



MAMA



Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 26 April 2017
Namaku Syarah Agustin, keluarga dan orang terdekat memanggilku Ayang. Seorang wanita yang bekerja sebagai staff administrasi, dan seorang istri dari Tn. Fajarudin Ansori.
Sebelum resmi menikah mama sedang sakit keras (tumor usus stadium akhir), mama memintaku segera menikah saat itu usiaku 22 tahun “kapan mau nikah?, selagi mama masih hidup”.
Tak lama Fajar dan keluarga besarnya datang ke rumah untuk melamarku ditetapkanlah tanggal pernikahanku dengan Fajar “11 Oktober 2014”, bahagia luar biasa rasanya. Namun di samping itu aku berpikir usiaku terlalu muda untuk menikah saat itu, tapi aku harus menikah atas permintaan mamaku.

 
Hari demi hari aku menantikan hari bahagia itu, dua minggu sebelum hari pernikahanku mama kritis dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, satu minggu mama mendapat perawatan di rumah sakit.
Malam itu aku tak temani mama “Ayang pulang dulu ya ma” aku perpamitan kepada mama, dan saat pagi hari aku kembali ke rumah sakit untuk temani mama, dan sesampainya di pintu perawatan suster rumah sakit meminta aku segera masuk ke ruang perawatan dimana mama dirawat “Mbak, sebaiknya mbak cepat masuk ke kamar perawatan”, pikiranku tiba-tiba kosong, dan langsung membuka pintu ruang perawatan. Adik dan tanteku sedang menangis di samping tempat tidur mama berbaring…
Air mataku menetes melihat kondisi mama semakin memburuk, dan tante memintaku membisikan di telinga mama “ayo cepat bilang sama mama, kalau Ayang ikhlas mama pergi”. Air mata semakin mengalir dan aku tak mau berkata itu, aku tak ikhlas.
Lama tante memeluk dan menasehatiku akhirnya aku berbisik di telinga mama “mama, Ayang ikhlas” dan 5 menit kemudian mama menghembuskan nafas terakhirnya, pecah tangis teriakanku.
Mama berpulang ke Surga Tuhan hari senin tanggal 06 Oktober 2014, lima hari menjelang hari pernikahanku.
Selesai proses pemakaman tante (kakak perempuan mama) menemaniku dan menyuapi aku makan, tak lama aku membahas soal pernikahanku “tante, nikahnya gak usah jadi ya kan mama juga gak ada, jadi percuma mama gak lihat”, lagi-lagi tante memeluk dan menasehatiku “itu permintaan mama yang terakhir kamu menikah di tanggal 11 Oktober 2014, mama tetap lihat kamu menikah dari surga”.
Sampailah di tanggal 11 Oktober 2014, aku mengenakan baju pengantin berwarna putih dengan rangkaian bunga melati di bagian kepalaku. Rasanya kosong luar biasa, sedih dan bahagia menjadi satu menikah dengan tenda kematian mama dan tanpa mama di sampingku.
Ternyata teman-teman seprofesi mama datang untuk memenuhi permintaan terakhir mama yang meminta teman-temannya datang menghadiri pernikahanku di tanggal 11 Oktober 2014 yang diadakan secara sederhana di rumah (hanya keluarga besar aku dan keluarga besar Fajar).
Di hari itu aku belajar banyak hal. Aku belajar tersenyum saat sedih, aku belajar tentang takdir Tuhan, dan aku belajar ikhlas dan sabar.
Saat ini aku hanya bisa berdo’a untuk mama, semoga mama selalu bahagia di Surga Tuhan, semoga mama bahagia melihat aku dan Fajar saat ini dari Surga, dan semoga mama tenang…

Terimakasih Tuhan memberi banyak kebahagiaan di dalam sedihku, terimakasih keluargaku yang selalu mendampingiku dan menasehati dengan penuh kasih, terimakasih Tn. Fajarudin Ansori yang masih bersamaku sampai saat ini dan selalu berusaha membuatku bahagia.
Cerpen Karangan: Syarah Agustin
Facebook: Ayank Agustin
Hai teman-teman, ini cerpen pertamaku dari kisah nyataku, maaf masih banyak kekurangan dalam cerpen ini, aku akan terus belajar menulis cerpen cerpen lain berikutnya, semoga kalian suka ya.
Terimakasih sudah membaca cerpen ini.
Cerpen Mama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.
"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"




Zlatan ibrahimovic dan Marcos rojo mengalami cedera,Mourinho pusing dengan tranfer

Manchercer-

Manchester-Zlatan ibrahimovic dan Marcos rojo mengalami cedera yang cukup parah dan mengharuskan menjalani perawatan cukup lama.

Ibrahimovic dan Rojo cedera saat kedua berlaga di pertandingan Manchester United mengalahkan Anderlecht  di leg kedua perempatan final Liga Eropa pekan lalu.keduanya  sama-sama mengalami cedera lutut yang cukup serius


Cederanya Rojo kemungkinan MU harus mendatangkan dua bek baru di musim panas pada bursa tranfer musim panas lalu,MU hanya mendatangkan Eric bailly untuk lini belakang

Sementara itu, tanda tanya besar meliputi masa depan Ibrahimovic di Old Trafford. Hanya dikontrak selama satu musim, striker asal Swedia itu masih belum tentu akan lanjut di MU musim depan.

Ditanya apakah cedera kedua pemainnya itu berpengaruh terhadap rencana transfer MU, Mourinho membenarkannya.

"Ya. Ya. Karena jika saya tidak punya pemain untuk waktu yang lama, tentu itu memengaruhi," ujar Mourinho seperti dikutip dari ESPN FC.

Mencari pengganti Ibrahimovic, yang merupakan top skorer tim dengan 18 gol, akan jadi pekerjaan terbesar Mourinho. Sejauh ini, nama-nama yang dikaitkan dengan MU antara lain Andrea Belotti (Torino), Romelu Lukaku (Everton), dan Antoine Griezmann (Atletico Madrid).

Zidane menyesal menurunkan bale di laga Elclasico ?

MADRID:Keputusan Zinedine Zidane untuk menurunkan Gareth Bale di laga melawan Barcelona tak berujung positif. Meski demikian, Zidane tak menyesali pilihannya itu.

Nama Bale secara mengejutkan masuk ke dalam starting XI Real Madrid saat menjamu Barca di Santiago Bernabeu, Senin (24/4/2017) dinihari WIB. Padahal pemain asal Wales itu sebelumnya absen di laga melawan Sporting Gijon dan Bayern Munich karena masalah otot.

Tapi Bale tak bertahan lama di atas lapangan. Di menit ke-39, Bale sudah harus ditarik keluar karena mengalami masalah pada betisnya.

Cedera ini bisa saja membuat Bale kembali menepi di saat musim memasuki masa-masa krusial. Kendati demikian, Zidane tidak menyesal sudah menurunkan Bale di laga melawan Barca.

"Gareth bilang dia tidak apa-apa dan ingin bermain. Saya tidak menyesalinya," ujar Zidane seperti dikutip dari Soccerway.

"Saya kecewa untuknya karena dia ingin bermain dan ini adalah sesuatu yang tidak bisa kami kendalikan."

"Di hari Senin kami akan memeriksa dan melihat cedera apa yang dia alami dan saya harap dia tidak akan absen lama," katanya.

Madrid sendiri pada akhirnya kalah 2-3 dari Barca di laga tersebut. Kekalahan ini membuat Madrid turun ke posisi kedua kendati masih punya satu laga tunda.

Seekor buaya dan burung penyanyi

Suatu hari ada seekor buaya dan burung penyanyi. Mereka hidup dihutan dan bersahabat sangat akrab.

Suatu ketika burung penyanyi bernyanyi dihadapan buaya dengan bertengger di hidungnya. Karena sangat asiknya mereka bernyanyi dan mendengarkan suara merdu.
Tak lama kemudian buaya menguap dan membuka mulutnya lebar lebar. Burung penyanyi yang sedang bertengger di hidung buaya terpleset masuk ke dalam mulut buaya.
Lalu buaya heran "kemana burung penyanyi?". Buaya mencari burung penyanyi di semak semak tetapi tetap tidak ada.
Lalu saat buaya sedang mencari burung penyanyi, senandung merdu keluar dari mulut buaya. kata buaya "indah sekali suaraku " gumam buaya.
Lalu buaya menguap dan membuka mulut lebar lebar. Hampir saja buaya menutup mata ada seekor burung penyanyi yang sedang bertengger di hidungnya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kata burung penyanyi dengan marah " kau sangat tidak punya hati buaya , kau biarkan aku masuk ke mulutmu. sampai aku bernyanyi, tapi kau tidak tahu aku ada di dalam mulutmu?". Kata buaya "aku sama sekali tidak tahu kalau kau masuk ke mulutku , jadi suara yang indah itu bukan suaraku....?" .
Burung penyanyi berkata "iya , itu suaraku bukan suaramu , kau kan tidak bisa bernyanyi sepertiku suaramu itu tidak enak didengar".
Buaya menangis setelah mendengar ucapan burung penyanyi. Lalu burung penyanyi merasa iba karena apa yang dikatakannya menyinggung perasaan buaya .
Lalu burung penyanyi mencari cara untuk menghibur buaya. Burung penyanyi berkata " tenang buaya , kita akan menyanyi bersama". Kata buaya" bagaimana caranya aku kan tidak bisa bernyanyi sepertimu?".Kata burung penyanyi " mudah saja buatlah gelembung gelembung air lalu aku bernyanyi " .
Setelah itu buaya memasukkan mulutnya ke dalam air dan membuat gelembung gelembung air sedangkan burung penyanyi bertugas untuk bernyanyi.
Suara itu sangat pas dan sangat enak di dengar . dan buaya melakukan seperti itu setiap hari dan mereka menjadi sahabat yang setia.

Wisata di banda aceh

Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 ini telah menjadi ikon Aceh. Bangunan utama masjid berwarna putih dengan kubah hitam besar dikelilingi oleh tujuh menara. Kesan megah semakin terasa dengan adanya kolam besar dan pancuran air di bagian depan masjid yang mengingatkan pada Taj Mahal di India.
Masjid ini menjadi tempat wisata religi di Aceh yang banyak dikunjungi karena keindahannya. Situs Huffington Post memasukkan Masjid Raya Baiturrahman ke dalam daftar 100 masjid terindah di dunia, bahkan Yahoo! menyebut masjid ini sebagai salah satu dari 10 masjid terindah di dunia. Hal ini tentu saja semakin membuat bangga warga Aceh dan Indonesia.

Jika ingin membeli suvenir, Anda bisa datang ke Pasar Aceh yang terletak di belakang masjid. Setelah puas berkeliling, Anda bisa berwisata kuliner karena ada banyak penjual makanan di pasar ini.terlebih mesjid raya ini terletak di pusat kota anda bisa manjakan diri anda asalkan membawa uang yang banyak pasti anda belanja dengan puas

cara Internet gratis di android

Cara internet gratis di android - Internet gratis saat ini banyak dicari khususnya pengguna hp Android. Ini disebabkan kebanyakan aplikasi Android menggunakan data internet. Jadi akan memakan banyak data intenet yang berdapak borosnya kuota. Buat yang punya duit banyak cara internet gratis ini tidak diperlukan, tapi untuk yang duwit pas-pasan atau buat yang masih sekolah ini sangat menarik sekali. Saya sendiri mengenal internet gratis dari tahun 2009. Dulu saya sendiri tidak bisa cara mengatur hp supaya bisa internet gratis, setelah baca-baca artikel di google akhir saya sendiri bisa mengaturnya.

Hp yang saya gunakan dulu hanya Sony Ericson K500 dan J103 nite OS Java. Mengatur hp supaya bisa internet gratis dulu lebih mudah dari pada sekarang. Waktu itu kita hanya perlu bug dari layanan seluler dan memasukannya di Opera Mini Handler sudah dapat internet gratis baik browsing atau download. Untuk kecepatan download juga kenceng.
Untuk saat ini mengatur internet gratis memang sedikit susah, tapi dengan usaha memanfaatkan kelemahan keamanan pelayanan seluler pasti bisa. Di bawah ini saya akan menyampaikan beberapa cara internet gratis di Android yang saat ini banyak digunakan.

4 Cara Internet Gratis di Android Yang Sering Digunakan :

  1. Cara internet gratis di Android menggunakan Simple Server - Simple server adalah salah satu aplikasi yang banyak digunakan para pecinta internet gratis. Karena dengan aplikasi ini seseorang bisa mengakses internet tanpa menggunakan pulsa atau kuota. Aplikasi ini fungsinya untuk mengalihkan koneksi dari pengguna internet ke penyedia layanan internet. Aplikasi ini sebelumnya sangat tenar di pengguna symbian. Karena sekarang symbian kalah dengan android maka aplikasi ini pun di buat untuk sistem android juga. Contoh cara pemakainya silahkan kunjungi di sini.
  2. Cara internet gratis di Android menggunakan Psiphon - Psiphon merupakan aplikasi Android yang fungsinya mengalihkan IP Adddress. Selain mengalihkan IP Address Psiphone dapat digunkan untuk internet gratis di beberapa operator di Indonesia. Untuk cara setting Psiphone di Sini.
  3. Cara internet gratis di Android menggunakan SSH (Secure Shell) - Sebelum hp Android populer seperti saat ini SSH banyak digunakan untuk internet gratis di komputer. Karena saat ini pengguna hp Android sangat banyak aplikasi SSH dibuat untuk hp Android juga. Untuk cara pengaturannya silahkan buka di Sini.
  4. Cara internet gratis di Android menggunakan VPN (Virtual Private Network)- Dari namanya sudah kelihatan fungsi VPN ini yaitu untuk menyamarkan IP pada sebuah jaringan komputer baik secara WAN atau LAN. Dalam kasus ini banyak aplikasi VPN seperti OpenVPN yang dapat di gunakan internet gratis menggunakan VPN. Cara mengatur VPN .
Tambahan terbaru : Cara internet gratis di Android menggunakan HTTP Injector - Http injector merupakan aplikasi yang menggabungkan akun ssh, bug operator dan payload. Cara ini sekarang paling banyak digunakan. Jika kamu berminat menggunakan ini silahkan masuk
Demikian 4 Cara Internet Gratis di Android Yang Sering Digunakan. Sebenarnya masih banyak sekali cara untuk mendapatkan internet gratis.Akan tetapi di sini saya hanya menyampaikan 4 saja cara untuk mendapatkan internet gratis di Android. Karenan 4 cara ini yang sangat populer digunakan saat ini.

Caraedit greenscreen di photoshop

Disebut foto greenscreen karena objek foto dipotret dengan latar belakang hijau. Kalau latar belakangnya merah maka disebut red screen, dan seterusnya. Kenapa menggunakan latar belakang warna? Ini dimaksudkan untuk memudahkan cropping objek foto ketika proses editing. Jika latarnya hijau, maka kita tinggal seleksi range warna hijau maka background telah berhasil dihilangkan dan bisa diganti dengan background lainnya. Lalu, kenapa mesti warna hijau (green), padahal warna lain juga bisa?

Kalau menurut saya background hijau dipakai jika objek foto tidak mengandung warna hijau. Begitu juga warna yang lain. Hal ini semata-mata untuk memudahkan proses cropping objek. Bayangkan jika objek foto warnanya hijau, ditambah backgroundnya hijau, kan susah croppingnya... :D

Kesimpulan saya pakai warna background yang bertentangan dengan warna objek sehingga hasil seleksi bisa lebih baik
Berikut sample foto greenscreen yang saya dapat dari google images.


Lalu bagaimana memproses foto greenscreen ini? langsung saja ikuti langkah-langkah berikut:
1. buka fotonya di photoshop

2. klik 2x dulu di backgroundnya sehingga foto tersebut menjadi layer


3. pilih menu select - color range

4. Di color range, klik background foto untuk melakukan selection pada backgroundnya. Tekan dan tahan tombol shift hingga seluruh background terseleksi dengan baik


5. Kemudian klik OK, maka background foto telah terseleksi. Anda juga bisa menggunakan feather di menu select - modify - feather untuk memperhalus area seleksi disekitar objek.


6. Klik tombol delete untuk menghapus background hijau tadi.
Anggap saja seleksi ini sudah bagus..... :D


7. Kemudian bisa anda tambahkan background sesuai keinginan.
Kalau bisa usahakan backgroundnya bisa match dengan objek foto sehingga hasilnya lebih real.. :D

Maaf kalau hasil editan saya kurang memuaskan.. hahaha

Namun bagi anda yang ingin lebih mudah mengedit foto greenscreen, anda bisa mencoba easy green screen 3.3.
Easy green screen adalah plugin photoshop yang memudahkan proses diatas. Selain itu juga memiliki fitur-fitur tambahan yang akan membuat hasil foto lebih rapi selectionnya....

Cara membuat efek suara percakapan telepon

Tutorial audio editing kali ini saya akan membahas tentang cara membuat efek suara percakapan telepon pada file audio anda. Tips ini sangat cocok terutama buat anda yang sedang membuat sebuah video klip dengan adegan pemain sedang berdialog lewat telepon.

Software yang anda butuhkan adalah adobe audition jadul versi 1.5. Semua tutorial audio editing yang saya bahas di blog ini selalu menggunakan software ini... :D
Sebelumnya, kita harus mengenali dulu karakteristik suara di telepon. Umumnya suara di telepon itu didominasi oleh nada menengah (mid-range) dengan jangkauan nada sekitar 500Hz - 3.5kHz.


Nah, intinya kita harus bisa membatasi frekuensi suara yang normal (full-range) menjadi mid-range. Pakai graphic equalizer bisa, tapi menurut saya lebih efektif kita pakai FFT filter. Ikuti langkah-langkahnya:
1. Buka file audio anda dan seleksi bagian mana yang akan diberi efek suara telepon



2. Buka tab effects - filters - FFT filter


3. Inilah kotak dialog FFT filter. Disana sudah ada presetnya, anda tinggal pilih sesuai keinginan. Sebagai contoh saya pilih preset Telephone - voice mail.


Anda juga bisa mengatur sendiri filter dari preset dengan melakukan drag pada kotak-kotak putih yang terbentuk... :D
Tekan preview untuk mendengar efek dari settingan.
4. Klik OK dan efek suara telepon akan diterapkan ke area yang anda seleksi tadi.

Selain bisa memberi efek suara telepon, FFT filter ini juga bisa melakukan filter pada frekuensi-frekuensi lain seperti filter subwoofer only, tweeter only (bukan twitter.com.. :D), simulasi suara mastering, dll.
Silakan anda utak-atik sendiri efeknya dan anda akan mendapatkan ilmu baru dalam memanipulasi frekuensi audio.. :D

Selamat mencoba dan semoga tutorial ini bermanfaat bagi anda.

Rahasia Di Balik Senja


Gambar model 

Cerpen Karangan: 

Kategori: Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 17 April 2017

Senja mengajarkanku banyak hal di kehidupan ini. Senja pun mempertemukan kita di dalam ketidaksengajaan. Hingga kehidupanku pun dihancurkan oleh senja. Dirimu direnggut oleh senja. Aku hanya bisa menangis disaat teringatmu senja. Pesonamu menuai seribu arti, aku sangat mengharapkanmu untuk menghilang selamanya senja. Senja, kenapa kau pisahkan kami? Kenapa kau biarkan dirimu hidup sendiri? Kenapa kau lakukan itu senja? Aku hanya terpaku pada kalimat itu senja.
Kamu sungguh egois senja, di dalam hidupku sekarang hanya ada kegelapan. Semua sekarang tidak berarti di kehidupanku senja. Hidupku hanya dipenuhi sesal air mata. Semua hal yang indah lenyap begitu saja. Dulu aku sangat mengagumimu senja, aku pun menjadi pecandumu. Setiap hari kusempatkan waktu untul melihat pesonamu di pinggir danau di dekat rumahku. Awal diriku dilahirkan aku pun sudah bertemu denganmu. Kau menyambutku dengan cahaya abadimu. Disaat diriku membuka mata untuk yang pertama kalinya, kaulah cahaya pertama kali yang terlihat yang sanggat membuatku terkagum kagum. Teman-temanku pun memberi julukan kepadaku sebagai Dewi Senja. Aku hanya tersenyum kepada mereka karena memang diriku dahulu pecandumu. Tetapi aku sangatlah membenci julukan itu jika mengingatnya. Kenangan kenangan indah bersamamu pun sudah aku coba menghapusnya. Tetapi entah mengapa memori-memori itu masih melekat di otakku.
Apa kau masih mengingat kekasihku Fuad? Kau sudah mengambilnya secara paksa. Apa kau memikirkan perasaanku? Hatiku benar-benar hancur teriris-iris oleh sebilah samurai yang amat sangat tajam. Kau merenggut disaat kami melakukan Anniversary ke 2 tahun kami. Dan disaat dirimu menunjukkan pesona terindahmu. Diriku sangat terpukul. Kau menunjukkan seberapa kejamnya dirimu. Kau merenggut dia tepat di hadapanku. Banyang-bayang itu pun sering lalu lalang menghantuiku.Begitulah dengan kedua orangtuaku. Kau tega merenggutnya. Kau merenggutnya seminggu sesudah kematian kekasihku. Dan hari itulah adalah hari ulang tahunku. Apa itu hadiah untuk para pecandumu? Kau merenggut mereka dengan sangat tragis. Mereka kecelakaan sehabis membeli kado ulang tahunku. Kau pun menjadi saksi kunci atas itu semua. Apa kau tidak memikirkan perasaanku, Hancur! Benar-benar hancur!!! Hidupku sekarang tidak ada tujuan. Diriku seiring waktu berjalan di kebimbangan. Aku hidup layaknya mayat. Berjalan ke arah yang tiada arti. Setiap sore langkah kakiku selalu ingin melangkah ke tepi danau. Diriku hanya menatap jernihnya air danau. Dan menangis yang hanya aku bisa lakukan.
Lamunanku mulai membanyang-banyangi. Mataku sudah tidak tahan akan air bah ini. Dan seketika itu air bah itu pun mulai bercucuran tumpah. Mataku hanya bisa terpenjam menahan kesakitan yang terasa amat sakit. Kenapa kau limpahkan semua ini?. Mulutku memang membisu tetapi hatiku terasa hancur. Ya tuhan, kuatkanlah hambamu ini. Seketika itu aku pun menyadari kehadiran seseorang di sampingku. Aku mencoba untuk membuka mata secara perlahan. Memang benar, ada sesosok pria tampan di sampingku. Aku pun mencoba untuk pergi tetapi dia menarik tanganku. Aku pun tidak bisa mengelak dan duduk di kursi itu lagi.
“Kenapa kamu menangis?” Tanya dia kepadaku
“Gak apa-apa, cuma debu masuk di mataku.” Jawabku seraya tersenyum palsu
“Kamu jangan berbohong, sudah 15 menit aku di sini. Aku merasakan kalau kamu kesepian” ucapnya
“Ya begitulah.” Ucapku
“Menangislah sekeras-kerasnya atau berteriak-teriaklah sesuka hatimu. Mungkin itu bisa membantumu. Cobalah!!!” Ucapnya
“Apa itu benar? Aku belum pernah mencobanya?” Gumamku
“Ayo cobalah” Semangatnya kepadaku

Aku pun menarik nafas dan…
“Aku membencimu senja!!!” Teriakku dengan lantang
“Kenapa kamu membenci senja?” Tanya dia kepadaku
“Tidak apa-apa” ucapku menutup-menutupi
“Oh iya dari tadi kita berlum berkenalan. Namaku Azka Rasyid Saputra” Ucapnya
“Namaku Cahya Senja Anastasya” Ucapku
“Nama yang sangat indah untuk gadis secantik kamu” Ucapnya spontan
“Terima kasih” Ucapku tertunduk malu

“Senja itu sangat indah ya. Aku menjadi pecandu senja saat ini” Ucapnya
“Jangan pernah kamu menjadi pecandunya, dia akan merebut semua yang kau punya” Ucapku sedikit gemetar
“Kenapa kau bisa berkata seperti itu?” Tanyanya
“Senja itu sangatlah jahat. Dia sudah merebut kekasih dan orangtuaku. Sekarang diriku hanya sebatang kara. Hidupku tidak memiliki tujuan yang jelas” Ucapku. Seketika itu tangisanpun menghantuiku
“Menurutku bukanlah senja yang jahat, kejadian itu semua merupakan kehendak dari Tuhan. Tuhan telah mengatur semua kematian dari makhluk ciptaannya. Jika malaikat kematian sudah datang maka itulah ajal bagi makhluknya. Jika mereka meninggal di waktu senja maka itu hanya kebetulah semata. Jika kamu membenci senja berarti kamu membenci tuhan. Ingat tuhan itu maha pengampun, segeralah kamu meminta pengampunan kepada Tuhan.”
Aku pun mulai mencerna kata-katanya. Perkataannya memang benar, itu semua adalah takdir dari tuhan. Bukan senjalah yang bersalah akan semua itu
“Kamu benar, terima kasih sudah menyadarkanku akan hal itu ” Akupun segera memeluknya dengan erat
“Sama-sama” Ucapnya pelan
“Aku pergi dulu” Ucapnya seraya melepaskan pelukanku
“Iya” Ucapku

Seiring berjalannya waktu pria itu menghilang disaat senja sudah memudar. Akupun segera bangkit dan berlari pulang. Badanku terasa sangatlah sakit, aku pun menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku. Saat aku mandi aku membanyang-banyangkan wajah pria tadi. Dia sungguh baik dan tampan. Aku harus bertemu dengannya lagi. Aku pun segera berganti baju dan mengambil smartphoneku. Akupun menelepon asisten pribadi almarhum ayahku. Aku ingin bertemu dengannya.
Tak terasa aku pun sudah mendapatkan gelar sarjana dengan nilai yang memuaskan. Aku sekarang bertekad untuk melanjutkàn bisnis ayahku. Aku tidak boleh menyerah meski hidupku sendiri. Aku harus tetap semangat menjalani hidup ini. Aku menyadari masih ada orang-orang yang tinggal sebatang kara tetapi tetap memiliki semangat hidup. Aku pun menyadari bahwa bukanlah senja yang bersalah atas semua yang terjadi kepadaku tetapi tuhanlah yang telah mengatur kematian dari hambanya. Semoga tuhan mempertemukan dia kembali di hidupku jikalau kami berjodoh.
Cerpen Karangan: Arum sari
Blog / Facebook: arumsaripedulibahasa.blogspot.co.id / Arum Sari
Aku adalah penulis baru. Lahir banyuwangi, 13 mei 2002. Follow my twitter @arumsariarume1. Dan facebook aku Arum Sari. Aku sekolah di SMP NEGERI 2 SRONO. Semoga tulisanku bisa bermanfaat. Salam kenal kakak-kakak!!!

Kutinggalkan Cintaku

Kutinggalkan Cintaku




Cerpen Karangan: Zianna Fasichalisna
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 October 2016

Apakah salah jika kita mencintai seseorang yang dicintai oleh orang lain. Kurasa tidak, selama tidak ada yang terluka dan tidak ada hubungan yang rusak.
Aku adalah gadis biasa berusia 16 tahun yang awalnya hanya menyukai seorang laki-laki yang pintar dan unik. Dia adalah anak osis, namanya Febryant Rio, biasanya dipangil Rio atau Ian, kami satu sekolah namun beda kelas. Dia anak excellent sedangkan aku reguler. Aku sering diam-diam memperhatikannya bersama sahabatku Angel. Rio dan Angel adalah pasukan paskibra. Oya, namaku Vanesa Auliya biasanya dipanggil Vannes.
Hari itu terdengar berita bahwa akan ada pemilihan calon ketua osis. Salah satu temanku yang juga osis mengikuti wawancara oleh konseling untuk pemilihan calon ketua osis.
“Siapa aja yang ikut wawancara?” aku bertanya pada Rahel, dia itu pengurus organisasi temenya osis.
“Sepuluh pengurus osis pilihan” jawabnya singkat, pasti, dan membuatku langsung paham, aku hanya meng-oh saja.
Aku dan Angel pulang bersama naik bus.
“Ngel, menurutmu Rio bisa jadi ketos (Ketua Osis) nggak sih?” ucapku memulai pembicaraan.
“Menurutku sih bisa. Kan dia selalu diandalin di osis” ucapnya pasti, “Kalau dia maju kamu milih nggak?”
“Nggak tahu, lihat sikon” ucapku sedikit tertawa.
“Hahaha” kami tertawa di bus dan menggangu penumpang bus lain.Keesokan harinya saat pelajaran dimulai Angel menatap ke arahku dengan aneh. Ia memberikan isyarat ke arah jendela. Aku menjadi parno, aku pikir ada monster.

“Van, lihat ke jendela!” ucapnya. Perlahan aku melihat ke jendela. Ternyata ada kakak osis yang menempelkan selembaran kertas pengumuman pqemilihan ketos. Rio menjadi salah satu kandidatnya.
“Iya, aku udah lihat” ucapku pada Angel.

“Ssh… bagaimana mengerjakannya?” batinku frustasi mengerjakan soal bahasa Inggris yang sangat sulit. Tiba-tiba kakak osis mengetuk pintu, aku membukakan pintu. Kemudian kakak osis meminta izin ke guru yang mengajar untuk mempromosikan calon ketos. Setelah diizinkan para calon ketos masuk dan mempromosikan diri mereka. Setelah itu mereka keluar.
“Jadi milih siapa nih?” ucap Angel.
“Nggak tau” ucapku singkat.

Tibalah saat pemilihan ketua osis. Aku tidak memilih dia, aku memilih kandidat lain, tapi suaraku tidak sah. Apalah arti suaraku untuknya? Toh semua memilih dia dan sudah pasti dia pemenangnya.
Suatu hari aku mengetahui isu kedekatannya dengan Kesya adalah benar. Aku mengetahuinya dari temanku yang juga teman sekelasnya Kesya. Aku pikir aku tegar, tetapi hatiku berkata lain. Hatiku tak setegar itu.
Perlahan aku sadar bahwa hubunganku dengan Kesya goyah setelah aku mengetahui kebenaran itu. Keegoisankulah yang menyebabkan itu semua. Kami tak lagi bertegur sapa, aku enggan menegurnya. Aku tak suka dengan hal itu. Perlahan aku singkirkan perarsaan benci pada Kesya. Perlahan pula perasaanku kepada Rio hilang dan hubunganku Kesya membaik.
Hingga saat ini aku aku merasa lebih lega. Meskipun masih tersimpan sedikit perasaan kepada Rio. Biarlah perasaan itu hilang dengan sendirinya. Yang terpenting hubunganku dengan sahabat-sahabatku baik-baik saja. Toh Rio sudah terlanjur benci padaku.

Cerpen Karangan: Zianna Fasichalisna
Facebook: Zianna Fasichalisna

Cerpen Kutinggalkan Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.
"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"


“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

kunjungi website kami

 
">See all post »'); document.write('

?max-results=10">Label 12

'); document.write(" ?max-results="+numposts3+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts3\"><\/script>");
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budi satrian - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger