Headlines News :

Sponsor by

Headline news

Kunjungi kami

Test Footer 2

Template Information

About

Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Rahasia Di Balik Senja


Gambar model 

Cerpen Karangan: 

Kategori: Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 17 April 2017

Senja mengajarkanku banyak hal di kehidupan ini. Senja pun mempertemukan kita di dalam ketidaksengajaan. Hingga kehidupanku pun dihancurkan oleh senja. Dirimu direnggut oleh senja. Aku hanya bisa menangis disaat teringatmu senja. Pesonamu menuai seribu arti, aku sangat mengharapkanmu untuk menghilang selamanya senja. Senja, kenapa kau pisahkan kami? Kenapa kau biarkan dirimu hidup sendiri? Kenapa kau lakukan itu senja? Aku hanya terpaku pada kalimat itu senja.
Kamu sungguh egois senja, di dalam hidupku sekarang hanya ada kegelapan. Semua sekarang tidak berarti di kehidupanku senja. Hidupku hanya dipenuhi sesal air mata. Semua hal yang indah lenyap begitu saja. Dulu aku sangat mengagumimu senja, aku pun menjadi pecandumu. Setiap hari kusempatkan waktu untul melihat pesonamu di pinggir danau di dekat rumahku. Awal diriku dilahirkan aku pun sudah bertemu denganmu. Kau menyambutku dengan cahaya abadimu. Disaat diriku membuka mata untuk yang pertama kalinya, kaulah cahaya pertama kali yang terlihat yang sanggat membuatku terkagum kagum. Teman-temanku pun memberi julukan kepadaku sebagai Dewi Senja. Aku hanya tersenyum kepada mereka karena memang diriku dahulu pecandumu. Tetapi aku sangatlah membenci julukan itu jika mengingatnya. Kenangan kenangan indah bersamamu pun sudah aku coba menghapusnya. Tetapi entah mengapa memori-memori itu masih melekat di otakku.
Apa kau masih mengingat kekasihku Fuad? Kau sudah mengambilnya secara paksa. Apa kau memikirkan perasaanku? Hatiku benar-benar hancur teriris-iris oleh sebilah samurai yang amat sangat tajam. Kau merenggut disaat kami melakukan Anniversary ke 2 tahun kami. Dan disaat dirimu menunjukkan pesona terindahmu. Diriku sangat terpukul. Kau menunjukkan seberapa kejamnya dirimu. Kau merenggut dia tepat di hadapanku. Banyang-bayang itu pun sering lalu lalang menghantuiku.Begitulah dengan kedua orangtuaku. Kau tega merenggutnya. Kau merenggutnya seminggu sesudah kematian kekasihku. Dan hari itulah adalah hari ulang tahunku. Apa itu hadiah untuk para pecandumu? Kau merenggut mereka dengan sangat tragis. Mereka kecelakaan sehabis membeli kado ulang tahunku. Kau pun menjadi saksi kunci atas itu semua. Apa kau tidak memikirkan perasaanku, Hancur! Benar-benar hancur!!! Hidupku sekarang tidak ada tujuan. Diriku seiring waktu berjalan di kebimbangan. Aku hidup layaknya mayat. Berjalan ke arah yang tiada arti. Setiap sore langkah kakiku selalu ingin melangkah ke tepi danau. Diriku hanya menatap jernihnya air danau. Dan menangis yang hanya aku bisa lakukan.
Lamunanku mulai membanyang-banyangi. Mataku sudah tidak tahan akan air bah ini. Dan seketika itu air bah itu pun mulai bercucuran tumpah. Mataku hanya bisa terpenjam menahan kesakitan yang terasa amat sakit. Kenapa kau limpahkan semua ini?. Mulutku memang membisu tetapi hatiku terasa hancur. Ya tuhan, kuatkanlah hambamu ini. Seketika itu aku pun menyadari kehadiran seseorang di sampingku. Aku mencoba untuk membuka mata secara perlahan. Memang benar, ada sesosok pria tampan di sampingku. Aku pun mencoba untuk pergi tetapi dia menarik tanganku. Aku pun tidak bisa mengelak dan duduk di kursi itu lagi.
“Kenapa kamu menangis?” Tanya dia kepadaku
“Gak apa-apa, cuma debu masuk di mataku.” Jawabku seraya tersenyum palsu
“Kamu jangan berbohong, sudah 15 menit aku di sini. Aku merasakan kalau kamu kesepian” ucapnya
“Ya begitulah.” Ucapku
“Menangislah sekeras-kerasnya atau berteriak-teriaklah sesuka hatimu. Mungkin itu bisa membantumu. Cobalah!!!” Ucapnya
“Apa itu benar? Aku belum pernah mencobanya?” Gumamku
“Ayo cobalah” Semangatnya kepadaku

Aku pun menarik nafas dan…
“Aku membencimu senja!!!” Teriakku dengan lantang
“Kenapa kamu membenci senja?” Tanya dia kepadaku
“Tidak apa-apa” ucapku menutup-menutupi
“Oh iya dari tadi kita berlum berkenalan. Namaku Azka Rasyid Saputra” Ucapnya
“Namaku Cahya Senja Anastasya” Ucapku
“Nama yang sangat indah untuk gadis secantik kamu” Ucapnya spontan
“Terima kasih” Ucapku tertunduk malu

“Senja itu sangat indah ya. Aku menjadi pecandu senja saat ini” Ucapnya
“Jangan pernah kamu menjadi pecandunya, dia akan merebut semua yang kau punya” Ucapku sedikit gemetar
“Kenapa kau bisa berkata seperti itu?” Tanyanya
“Senja itu sangatlah jahat. Dia sudah merebut kekasih dan orangtuaku. Sekarang diriku hanya sebatang kara. Hidupku tidak memiliki tujuan yang jelas” Ucapku. Seketika itu tangisanpun menghantuiku
“Menurutku bukanlah senja yang jahat, kejadian itu semua merupakan kehendak dari Tuhan. Tuhan telah mengatur semua kematian dari makhluk ciptaannya. Jika malaikat kematian sudah datang maka itulah ajal bagi makhluknya. Jika mereka meninggal di waktu senja maka itu hanya kebetulah semata. Jika kamu membenci senja berarti kamu membenci tuhan. Ingat tuhan itu maha pengampun, segeralah kamu meminta pengampunan kepada Tuhan.”
Aku pun mulai mencerna kata-katanya. Perkataannya memang benar, itu semua adalah takdir dari tuhan. Bukan senjalah yang bersalah akan semua itu
“Kamu benar, terima kasih sudah menyadarkanku akan hal itu ” Akupun segera memeluknya dengan erat
“Sama-sama” Ucapnya pelan
“Aku pergi dulu” Ucapnya seraya melepaskan pelukanku
“Iya” Ucapku

Seiring berjalannya waktu pria itu menghilang disaat senja sudah memudar. Akupun segera bangkit dan berlari pulang. Badanku terasa sangatlah sakit, aku pun menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku. Saat aku mandi aku membanyang-banyangkan wajah pria tadi. Dia sungguh baik dan tampan. Aku harus bertemu dengannya lagi. Aku pun segera berganti baju dan mengambil smartphoneku. Akupun menelepon asisten pribadi almarhum ayahku. Aku ingin bertemu dengannya.
Tak terasa aku pun sudah mendapatkan gelar sarjana dengan nilai yang memuaskan. Aku sekarang bertekad untuk melanjutkàn bisnis ayahku. Aku tidak boleh menyerah meski hidupku sendiri. Aku harus tetap semangat menjalani hidup ini. Aku menyadari masih ada orang-orang yang tinggal sebatang kara tetapi tetap memiliki semangat hidup. Aku pun menyadari bahwa bukanlah senja yang bersalah atas semua yang terjadi kepadaku tetapi tuhanlah yang telah mengatur kematian dari hambanya. Semoga tuhan mempertemukan dia kembali di hidupku jikalau kami berjodoh.
Cerpen Karangan: Arum sari
Blog / Facebook: arumsaripedulibahasa.blogspot.co.id / Arum Sari
Aku adalah penulis baru. Lahir banyuwangi, 13 mei 2002. Follow my twitter @arumsariarume1. Dan facebook aku Arum Sari. Aku sekolah di SMP NEGERI 2 SRONO. Semoga tulisanku bisa bermanfaat. Salam kenal kakak-kakak!!!

Kutinggalkan Cintaku

Kutinggalkan Cintaku




Cerpen Karangan: Zianna Fasichalisna
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 October 2016

Apakah salah jika kita mencintai seseorang yang dicintai oleh orang lain. Kurasa tidak, selama tidak ada yang terluka dan tidak ada hubungan yang rusak.
Aku adalah gadis biasa berusia 16 tahun yang awalnya hanya menyukai seorang laki-laki yang pintar dan unik. Dia adalah anak osis, namanya Febryant Rio, biasanya dipangil Rio atau Ian, kami satu sekolah namun beda kelas. Dia anak excellent sedangkan aku reguler. Aku sering diam-diam memperhatikannya bersama sahabatku Angel. Rio dan Angel adalah pasukan paskibra. Oya, namaku Vanesa Auliya biasanya dipanggil Vannes.
Hari itu terdengar berita bahwa akan ada pemilihan calon ketua osis. Salah satu temanku yang juga osis mengikuti wawancara oleh konseling untuk pemilihan calon ketua osis.
“Siapa aja yang ikut wawancara?” aku bertanya pada Rahel, dia itu pengurus organisasi temenya osis.
“Sepuluh pengurus osis pilihan” jawabnya singkat, pasti, dan membuatku langsung paham, aku hanya meng-oh saja.
Aku dan Angel pulang bersama naik bus.
“Ngel, menurutmu Rio bisa jadi ketos (Ketua Osis) nggak sih?” ucapku memulai pembicaraan.
“Menurutku sih bisa. Kan dia selalu diandalin di osis” ucapnya pasti, “Kalau dia maju kamu milih nggak?”
“Nggak tahu, lihat sikon” ucapku sedikit tertawa.
“Hahaha” kami tertawa di bus dan menggangu penumpang bus lain.Keesokan harinya saat pelajaran dimulai Angel menatap ke arahku dengan aneh. Ia memberikan isyarat ke arah jendela. Aku menjadi parno, aku pikir ada monster.

“Van, lihat ke jendela!” ucapnya. Perlahan aku melihat ke jendela. Ternyata ada kakak osis yang menempelkan selembaran kertas pengumuman pqemilihan ketos. Rio menjadi salah satu kandidatnya.
“Iya, aku udah lihat” ucapku pada Angel.

“Ssh… bagaimana mengerjakannya?” batinku frustasi mengerjakan soal bahasa Inggris yang sangat sulit. Tiba-tiba kakak osis mengetuk pintu, aku membukakan pintu. Kemudian kakak osis meminta izin ke guru yang mengajar untuk mempromosikan calon ketos. Setelah diizinkan para calon ketos masuk dan mempromosikan diri mereka. Setelah itu mereka keluar.
“Jadi milih siapa nih?” ucap Angel.
“Nggak tau” ucapku singkat.

Tibalah saat pemilihan ketua osis. Aku tidak memilih dia, aku memilih kandidat lain, tapi suaraku tidak sah. Apalah arti suaraku untuknya? Toh semua memilih dia dan sudah pasti dia pemenangnya.
Suatu hari aku mengetahui isu kedekatannya dengan Kesya adalah benar. Aku mengetahuinya dari temanku yang juga teman sekelasnya Kesya. Aku pikir aku tegar, tetapi hatiku berkata lain. Hatiku tak setegar itu.
Perlahan aku sadar bahwa hubunganku dengan Kesya goyah setelah aku mengetahui kebenaran itu. Keegoisankulah yang menyebabkan itu semua. Kami tak lagi bertegur sapa, aku enggan menegurnya. Aku tak suka dengan hal itu. Perlahan aku singkirkan perarsaan benci pada Kesya. Perlahan pula perasaanku kepada Rio hilang dan hubunganku Kesya membaik.
Hingga saat ini aku aku merasa lebih lega. Meskipun masih tersimpan sedikit perasaan kepada Rio. Biarlah perasaan itu hilang dengan sendirinya. Yang terpenting hubunganku dengan sahabat-sahabatku baik-baik saja. Toh Rio sudah terlanjur benci padaku.

Cerpen Karangan: Zianna Fasichalisna
Facebook: Zianna Fasichalisna

Cerpen Kutinggalkan Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.
"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"


“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Cerita SMA

Cerita SMA

                                                                      gambar ilustrasi


Cerpen Karangan: 

Lolos moderasi pada: 22 April 2017

Seperti pasar.
Satu kata itu yang tidak pernah lepas dari kelas X-5. Bayangkan saja dalam satu kelas terdapat 49 spesies manusia yang berbeda jenis. Terdiri dari perempuan dan laki-laki. Yaps, belajar dengan satu kelas yang terdiri dari 49 spesies manusia itu tidak efektif. Karena biasanya satu kelas hanya terdapat 32 siswa. Maklum saja, sekolahku ini sekolah favorit di daerahku.

  • Kelas X-5 ini adalah kelas terkutuk, kata kakak kelasku. Entah terkutuk dari sudut mana yang jelas aku rasa juga begitu. Aku beritahu keadaan kelas tercintaku sekarang ini. Pertama, barisan pertama dari pintu didominasi oleh 11 perempuan dan 4 orang laki-laki pojok kelas. Jangan berfikir keempat laki-laki itu pendiam apalagi kutu buku karena memilih tempat di pojokan. Karena sebenarnya mereka adalah salah satu dari sekian laki-laki pembuat kekacauan di X-5. Ahh yaa salah satu dari mereka adalah raja dari terminal listrik sekaligus mr. Coc di X-5, Faisal.
Okay, lanjut ke baris ke dua. Terdiri dari 8 perempuan dan 2 laki-laki yang salah satunya Ketua kelas X-5. Ketua kelasku bisa dibilang unik, karena setiap ada informasi yang harus disampaikan kepada siswa/i di kelas pasti tidak akan sesuai dengan informasi yang sebenarnya. Barisan kedua bisa dibilang barisan yang sangat anteng dan super tenang.
Selanjutnya baris ke tiga. Barisan ini hampir sama dengan barisan kedua, hanya yang membedakan adalah satu perempuan aneh bin gajelas yang terjebak di barisan ke tiga. Di barisan ini terdapat 12 orang, dengan 3 diantaranya laki-laki.
Dan yang terakhir, barisan ke empat. Barisan tempat dimana sang wakil ketua kelas berada.

Tidak heran bila suasana hari kamis ini keadaan kelas seperti ini. Seperti pasar. Kenapa? Biar aku beritahu, pagi ini di kelas X-5 sedang berlangsung tawar menawar. Kali ini yang berdagang adalah si perempuan aneh bin gajelas, Sofi. Dia baru pertama kali berjualan di kelas, dan tidak sia-sia. Dagangannya habis sekali serbu.


“Rio, sini maju” si bapak nunjuk Rio, laki-laki berkepala pelontos tertinggi di kelas. Rio maju dengan muka polos. Saking polosnya si gendut runo dan si bohay bayu ketawa. Entah apa yang mereka pikirkan nmun begitu adanya.Lanjut ke jam setelah istirahat pertama. Pelajaran kali ini adalah geografi lintas. Sekarang ini si wakil km yang super polos sedang bertanya kepada guru biografiku. Kali ini pelajaran yang diberikan adalah tentang teaga geologi dan sedang menjelaskan keberadaan gunung merapi dan merbabu yang jika dilihat di solo akan terlihat menjadi sebuah pemandangan indah. Juga menjelaskan tentang dua buah gunung yang memiliki kawah di antaranya. “pak, kok bapa tau di solo ada pemandangan indah?” Mulai terdengar helaan nafas lelah dari penghuni kelas bagian belakang. “Karna saya emang orang solo.” Si Bapak menajawab.
“Terus pak, kan kata bapak gunung yang ada kawahnya itu kayak gunung bromo. Nah gunung yang bapak gambar di depan itu kan lancip, itu ada bolongnya gak pak? Terus bolongnya di mana?” demi apapun si wakil km terlalu memancing kemes*man spesies laki-laki di X-5. Aku ingatkan, spesies laki-laki di kelasku ini sedikit nakal. Mereka terlalu mes*m, bahkan hal sekecil apapun mereka sangkut pautkan dengan hal yang berbau 18 keatas.

“Apa pak?” logat jawa campur indonesianya keluar.
“Periksa dia, cari di mana yang ada lubangnya” si bapak memerintah sambil menahan tawa. Jangan tanya bagaimana keadaan kelas setelah si bapak menjawab. Keadaan kacau. Semua spesies laki-laki tertawa bahagia. Bahkan si Luciano sampai memegangi perut saking gelinya. Aku? Jelas aku hanya diam. Jangan berpikir aku diam karena aku tidak mengerti apa yang dimaksud si bapak. Diam-diam aku sungguh mengerti apa yang si bapak maksud.

“Padahal kesempatan yaa itu.” Kali ini suara bisik-bisik bayu ke runo dibarengi kekehan dari si subur runo. “heeh heeh bener yaa bay” suara besar si runo kali ini. “hey you. Kau pikir kau menarik? Banyak yang suka? Oh jelas tidak” ali ini si imut dhiki yang memulai aksi ngereffnya. “berisik item. Lagu gak enak juga” kataku. Dengan sok kerennya si dhiki mengerlingkan mata. Ewhh bayangkan saja betapa imutnya seorang dhiki. Dia berperawakan kecil untuk seorang laki-laki. Tingginya hanya 5 cm diatas sikutku. Tubuh mungil. Warna kulit coklat gelap, gigi putih, brsyukurlah bola matanya berwarna hitam. “Berisik heh. Berisik” suara si km yang “mungkin” tegas kali ini. Tapi percuma saja dia meminta untuk diam. Kutekankan sekali lagi “PERCUMA”.
Karena itu sama saja seperti menyuruh orang mati hidup kembali.

“Eh kalian kenapa ketawa coba? Aku kan nanya bener. Gunung yang lancip di mana lobangnya. Kalian mah.” Keluh kesah polosnya seorang wakil km -sri- terucaplah sudah. “Ci, kamu nanya begitu mereka mikirnya ke yang berbau mes*m. Kamu ini telat mikir atau emang polos sih?” Tasya atau yang sering dipanggil caca yang menjawab. Cukup dengan satu gelengan kepala dan satu helaan nafas berat, sang wakil km langsung menelungkupkan tangannya di atas meja. Lelah.
Cerpen Karangan: Hilda Sicylia Safitri
Facebook: Hilda Sicylias
Maaf jika ada salah kata atau semacamnya. Karena ini hanya untuk menghibur pembaca.

Cerpen Cerita SMA merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.
"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"




" Baca Juga Cerpen Lainnya! "



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

kunjungi website kami

 
">See all post »'); document.write('

?max-results=10">Label 12

'); document.write(" ?max-results="+numposts3+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts3\"><\/script>");
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budi satrian - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger